ISKCON in Indonesia

ISKCON in Indonesia

The International Society for Krishna Consciousness (ISKCON) | Sampradaya Kesadaran Krishna Indonesia (SAKKHI)

Hare Krishna devotees do not only live in temples or ashrams. Most of them work, study and live outside a religious atmosphere. Thus there is a need for them to learn the art of how to balance between a Krishna conscious lifestyle, and interacting with the mundane reality of the world, without being affected by it.

Para penyembah Hare Krishna bukan hanya tinggal di temple-temple atau ashram-ashram. Kebanyakan dari mereka bekerja, menempuh pendidikan dan tinggal di luar lingkungan suci tersebut. Dengan demikian, ada kebutuhan bagi mereka untuk mempelajari seni bagaimana menyeimbangkan antara gaya hidup yang sadar akan Krishna dan interaksi dengan kenyataan kehidupan duniawi di dunia ini, tanpa banyak terpengaruhi olehnya.

The cow is venerated as mother in the Vedas, and Hare Krishna devotees are on the frontier of cow protection. Devotees in Indonesia are further increasing this awareness through cow worship and utilisation of cow dung, urine and milk.


Most Hare Krishna temples in Indonesia have acquired a large piece of land enough for growing fresh organic produce to serve the community.

Sapi dihormati sebagai ibu di dalam kitab-kitab Veda, dan para penyembah Hare Krishna berada di garis depan gerakan perlindungan sapi. Para penyembah di Indonesia meningkatkan kesadaran ini lebih lanjut melalui pemujaan kepada sapi dan pemanfaatan tahi sapi, kencing sapi dan susu sapi.

Sebagian besar temple Hare Krishna di Indonesia memiliki tanah yang cukup luas yang dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman organik sebagai persediaan bagi kebutuhan komunitas.