ISKCON in Indonesia

ISKCON in Indonesia

The International Society for Krishna Consciousness (ISKCON) | Sampradaya Kesadaran Krishna Indonesia (SAKKHI)

What is ISKCON?

In the latter part of the 15th century, a saint named Chaitanya Mahaprabhu revitalised the bhakti-yoga tradition by introducing an expansive spiritual movement that swept India. Central to this renaissance was Chaitanya’s emphasis on the chanting of Krishna’s name. Underlying this simple practice was a profound, rational, and intellectually comprehensive theology. Hare Krishna devotees worship Lord Chaitanya as an incarnation of Krishna for this age, and ISKCON is a continuation of the movement Chaitanya revitalised.


The International Society for Krishna Consciousness (ISKCON), otherwise known as the Hare Krishna movement, includes five hundred major centers, temples and rural communities, nearly one hundred affilated vegetarian restaurants, thousands of namahattas or local meeting groups, a wide variety of community projects, and millions of congregational members worldwide. Although only fifty years on the global stage, ISKCON has expanded widely since its founding by His Divine Grace A. C. Bhaktivedanta Swami Prabhupāda in New York City in 1966.


ISKCON belongs to the Gaudiya-Vaishnava sampradāya, a monotheistic tradition within the Vedic or Hindu culture. Philosophically it is based on the Sanskrit texts Bhagavad-gītā and the Bhagavat Purana, or Srimad Bhagavatam. These are the historic texts of the devotional bhakti yoga tradition, which teaches that the ultimate goal for all living beings is to reawaken their love for God, or Lord Krishna, the “all-attractive one”.


Members of ISKCON practice bhakti-yoga in their homes and also worship in temples. They also promote bhakti-yoga, or Krishna Consciousness, through festivals, the performing arts, yoga seminars, public chanting, and the distribution of the society’s literatures. ISKCON members have also opened hospitals, schools, colleges, eco-villages, free food distribution projects, and other institutions as a practical application of the path of devotional yoga.


Apa itu ISKCON?

Pada penghujung abad ke-15, tokoh suci bernama Sri Chaitanya Mahaprabhu membangkitkan kembali tradisi bhakti-yoga dengan cara memperkenalkan sebuah gerakan spiritual yang kemudian meluas hingga menjangkau seluruh India. Inti dari gerakan kebangkitan ini adalah penekanan yang diberikan oleh Sri Caitanya terhadap kegiatan pengucapan nama suci Krishna. Praktik spiritual yang sederhana ini dilandasi oleh teologi ketuhanan yang luas, mendalam, rasional dan komprehensif. Para anggota Hare Krishna memuja Sri Chaitanya sebagai inkarnasi Krishna untuk zaman saat ini, dan ISKCON merupakan kelanjutan dari gerakan yang dibangkitkan oleh Sri Chaitanya tersebut.


International Society for Krishna Consciousness (ISKCON), atau yang umum dikenal sebagai perkumpulan Hare Krishna, meliputi lima ratus pusat pengajaran, temple, dan komunitas perkampungan, hampir seratus restoran vegetarian, ribuan namahatta atau kelompok pertemuan lokal, beranekaragam proyek komunitas, dan jutaan anggota di seluruh dunia. Walaupun baru hadir di panggung global selama lima puluh tahun, ISKCON telah terus meluas sejak didirikan oleh His Divine Grace A. C. Bhaktivedanta Swami Prabhupāda di New York City pada 1966.


ISKCON termasuk dalam Gaudiya-Vaishnava sampradāya, sebuah tradisi monoteistik dalam lingkup kultur Veda atau Hindu. Yang menjadi landasan filosofinya adalah ayat-ayat Sanskerta dari Bhagavad-gītā dan Bhagavat Purana, atau Srimad Bhagavatam, yang merupakan kitab-kitab sejarah tentang tradisi pengabdian suci bhakti yoga. Menurut ajaran Bhakti-yoga, tujuan tertinggi semua makhluk hidup adalah terbangkitkannya kembali cinta mereka kepada Tuhan, atau Sri Krishna, yakni “Dia Yang Mahamenarik”.


Para anggota ISKCON mempraktikkan bhakti-yoga di tempat tinggal mereka masing-masing dan juga melakukan pemujaan bersama di temple-temple. Mereka juga memperkenalkan bhakti-yoga, atau Kesadaran Krishna, kepada khalayak ramai melalui festival-festival, pertunjukan kesenian, seminar yoga, menyanyi di tempat umum, dan penyebaran literatur yang diterbitkan oleh perkumpulan. Para anggota ISKCON juga membuka rumah sakit, sekolah, kampus, eco-village, proyek pembagian makanan gratis, dan lembaga-lembaga lain sebagai penerapan nyata jalan yoga pengabdian suci.