ISKCON in Indonesia

ISKCON in Indonesia

The International Society for Krishna Consciousness (ISKCON) | Sampradaya Kesadaran Krishna Indonesia (SAKKHI)

Principles

Hare Krishna devotees often say that religion without philosophy is sentimental and philosophy without religion is dry speculation. Religion expresses itself through culture: different codes of behavior that help us to become aware that we are not this temporary material body but an eternal spirit soul, servant of God.


Although our state of mind is seen through the nature of our activities (how we dress, eat, talk etc.), the type of activities we perform also affects our state of mind. This means we can elevate our consciousness by elevating the nature of our activities. All spiritual activities help us to purify our consciousness and direct it towards God.


Because of this, a vaishnava (devotee of Krishna) does not take the regulations of spiritual life as restrictions, but rather as ‘regulative principles of freedom’ – a tool for advancing personal character development & spiritual consciousness.


The four basic principles are as follows:

1. Cleanliness: Of body, mind and soul.

This means the daily washing of the body, but also refraining from illicit sex (only sex for procreation within marriage). Celibacy, recitation of God´s (Krishna´s) holy names and studying the holy Scriptures help us to keep the mind and soul clean and balanced.


2. Mercy: To help living entities (materially as well as spiritually).

True followers of the Vedic (or any other) Scriptures are strictly vegetarians. It is perfectly possible to live healthily and happily without needlessly killing innocent animals. To kill our fellow living entities instead of protecting them, is against the laws of God.


3. Austerity: To take only what we really need, without greed or violence.

Intoxications like alcohol, hard and soft drugs, tobacco, caffeine etc. make someone's mercy and friendliness disappear. Addictions are not only unnecessary but also very harmful (to body, mind and to others). The best alternative for addictions is an awakening of our eternal relationship with God (Krishna) by living in accordance with His laws.


4. Truthfulness: Means that we should not lie or gamble.

Gambling destroys truthfulness because it is an attempt to bypass the laws of nature and obtain material profit without honestly working for them.

An honest deed is the best gamble in the world and a sure winner.

There are many rules and regulations to follow in human life which help us to be healthy, happy and successful. The most important of all is:

Always remember Krishna (God) and never forget Him.

Prinsip-Prinsip

Para bhakta Hare Krishna sering menyatakan bahwa keagamaan tanpa filsafat hanyalah sesuatu yang bersifat sentimentil dan filsafat tanpa keagamaan adalah sesuatu yang merupakan spekulasi hambar. Keagamaan terekspresikan melalui budaya: yakni berbagai garis aturan perilaku yang membantu kita untuk menyadari bahwa kita bukanlah badan jasmani yang bersifat sementara ini melainkan roh yang bersifat kekal, pelayan Tuhan.


Meskipun keadaan pikiran kita tergambarkan melalui jenis dan sifat aktivitas kita (bagaimana kita berpakaian, makan, berbicara, dsb.), jenis aktivitas yang kita lakukan juga mempengaruhi keadaan pikiran kita. Artinya, kita dapat menaikkan kesadaran kita dengan cara meningkatkan kualitas sifat aktivitas kita. Segala bentuk aktivitas spiritual membantu kita untuk menyucikan kesadaran kita dan mengarahkannya kepada Tuhan.


Dilatari oleh hal ini, seorang vaishnava (penyembah Krishna) tidak memosisikan aturan-aturan kehidupan spiritual sebagai larangan-larangan, melainkan sebagai “prinsip-prinsip aturan yang mengantarkan tercapainya pembebasan’ – yakni sebuah alat untuk meningkatkan perkembangan karakter pribadi dan kesadaran spiritual.


Berikut adalah empat prinsip dasar:

1. Kebersihan: Terkait badan, pikiran dan jiwa.

Ini berarti mandi setiap hari dan juga menghindarkan diri dari hubungan seks yang tidak dibenarkan (hubungan seks hanyalah untuk mendapatkan keturunan, dalam koridor pernikahan). Praktik selibat, mengucapkan nama-nama suci Tuhan (nama-nama suci Krishna) dan mempelajari kitab suci membantu kita untuk menjaga pikiran dan jiwa tetap bersih dan seimbang.


2. Welas asih/Karunia: Membantu para makhluk hidup (baik secara material maupun spiritual).

Pengikut sejati kitab-kitab Veda (ataupun kitab-kitab suci lainnya) tegas menjalani diet vegetarian. Kehidupan yang sehat dan berbahagia dapat dicapai tanpa harus membunuh binatang-binatang yang tak bersalah. Membunuh saudara kita sesama makhluk hidup dan bukannya melindungi mereka, adalah hal yang melanggar hukum-hukum Tuhan.


3. Pengekangan diri: Mengambil apa yang memang benar-benar kita butuhkan, tanpa keserakahan atau tindak kekerasan.

Hal-hal yang menyebabkan keadaan mabuk seperti alkohol, obat terlarang, tembakau, kafein, dsb., menyebabkan hilangnya rasa welas asih dan sikap bersahabat. Bila sampai menjadi kecanduan, itu bukan hanya tidak bermanfaat, melainkan juga merugikan kesehatan (kesehatan badan, pikiran maupun kesehatan pihak lain). Alternatif terbaik bagi keadaan kecanduan tersebut adalah bangkitnya jalinan hubungan kekal kita dengan Tuhan (Krishna) dengan cara menjalani hidup yang sesuai dengan hukum-hukum Tuhan.


4. Kejujuran: Berarti bahwa hendaknya janganlah kita berbohong ataupun berjudi.

Kejujuran hancur akibat berjudi sebab berjudi merupakan usaha untuk membypass hukum alam dan meraih keuntungan material tanpa bekerja dengan jujur untuk meraihnya.

Perjudian yang terbaik di dunia dan terjamin akan menjadi pemenang adalah dengan berlaku jujur.

Ada banyak aturan untuk diikuti dalam kehidupan sebagai manusia yang dapat membantu kita menjadi sehat, bahagia, dan sukses. Yang terpenting di antara semua aturan tersebut adalah:

Selalu ingat Krishna (Tuhan) dan jangan pernah melupakan-Nya.