ISKCON in Indonesia

ISKCON in Indonesia

The International Society for Krishna Consciousness (ISKCON) | Sampradaya Kesadaran Krishna Indonesia (SAKKHI)

Bhagavad-gita As It Is

The Bhagavad-gita is highly recommended for anyone interested in spirituality and the meaning of life. One of the world's best known literatures, it is often considered the essence of all wisdom. It's a conversation between the military hero Arjuna and his friend/advisor/charioteer Krishna, spoken just before the apocalyptic Battle of Kurukshetra. Subjects they discuss include the eternality of the self, destiny, the source of our being, and how to achieve genuine, long-term peace and happiness.

The translation and commentary by His Divine Grace A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada, the twentieth century's foremost Vedic scholar and teacher of Krishna consciousness, make Krishna's teachings in the Gita accessible to the western reader. Prabhupada's faithfulness to the original Sanskrit text, along with his straightforwardness, clarity and wit, make "Bhagavad-gita As It Is" true to its title.

Since its publication in 1970, Bhagavad-gita As It Is has become the most widely read edition of the Gita in the world.

Bhagavad-gita berisi pengetahuan tentang lima kebenaran dasar dan keterkaitan masing-masing kebenaran dengan kebenaran lainnya: Lima kebenaran tersebut adalah Krishna, atau Tuhan, roh/jiwa individu, dunia material, perbuatan di dunia ini, dan waktu. Bhagavad-gita menjelaskan dengan gamblang sifat dari kesadaran, sang diri, dan alam semesta, dan Bhagavad-gita merupakan hakikat dari kearifan spiritual India, jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para filosof selama berabad-abad. Bhagavad-gita adalah percakapan antara Krishna dan kawan tercinta-Nya, Arjuna. Pada detik-detik menjelang peperangan antara saudara dan kawan, kesatria besar Arjuna bertanya-tanya: Untuk apakah dia berperang? Apa arti hidupnya? Ke mana ia akan menuju setelah kematian? Sebagai jawabannya, Krishna mengantarkan kawan-Nya dari kekalutan pikiran ini menuju pencerahan spiritual, dan kita semua pun diajak untuk menapaki jalan pencerahan spiritual yang sama. 


 Dalam menerjemahkan Bhagavad-gita, A. C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada berpegang teguh dan setia pada maksud dari kata-kata sabda Krishna, sehingga beliau telah membuka pintu dan mengeluarkan segala rahasia pengetahuan purba Bhagavad-gita dan menghadirkannya di hadapan kita sebagai sebuah kesempatan yang menggembirakan menuju tercapainya perbaikan diri dan pemenuhan dahaga spiritual. 


Bhagavad-gita Menurut Aslinya menjadi literatur yang mendasari Perkumpulan Hare Krishna.

Srimad-Bhagavatam (Bhagavata Purana)

The Srimad-Bhagavatam is considered the topmost collection of all ancient wisdom. It contains histories of the many incarnations and activities of Krishna throughout human history. It was written by the author of the Vedas, Vyasadeva, as his own commentary on Vedanta-sutra, the essence of all spiritual knowledge.


Srimad-Bhagavatam is also known as the Bhagavat Purana, one of the eighteen Puranas (ancient histories) in the Vedic tradition. Its eighteen thousand verses are presented in twelve cantos, each of which deals with a specific aspect of transcendental knowledge. The main theme running throughout the Bhagavatam is the science and practice of devotional service to the Supreme Person (bhakti-yoga).

Srimad-Bhagavatam dipandang sebagai kumpulan terbaik segala kearifan purba. Berisikan sejarah-sejarah dari banyak inkarnasi dan kegiatan Krishna sepanjang sejarah manusia yang ditulis oleh penyusun Veda, yaitu Vyasadeva, sebagai penjelasan beliau sendiri terhadap Vedanta-sutra, inti sari dari segala pengetahuan rohani.

Srimad-Bhagavatam juga dikenal sebagai Bhagavat Purana, salah satu dari 18 Purana (sejarah purba) dalam tradisi Veda. Delapanbelas ribu slokanya disajikan dalam 12 skanda, dimana di setiap skanda membahas tentang aspek tertentu dari pengetahuan rohani. Tema utama Bhagavatam adalah pengetahuan dan praktik pelayanan bhakti kepada Kepribadian Tertinggi (bhakti-yoga).

The Bhaktivedanta Book Trust (BBT)

Founded in 1972 by His Divine Grace A. C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada, The Bhaktivedanta Book Trust (BBT) is the world’s largest publisher of ancient and classic Vaishnava texts, epics, and contemporary works on the philosophy, theology and culture of Bhakti yoga. BBT especially emphasizes the works of the Gaudiya-Vaishnava tradition. In Indonesia, the BBT gives official license to Hanuman Sakti, based in Jakarta, to print its books. The Indonesian BBT works under the North European BBT division, based in Sweden.

Didirikan pada tahun 1972 oleh Sri Srimad A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada, The Bhaktivedanta Book Trust (BBT) adalah penerbit tebesar sastra klasik dan purba, narasi sejarah serta karya-karya teologi dan budaya bhakti yoga. BBT terutama memberi perhatian besar kepada karya-karya dari tradisi Gaudiya-Vaishnava. Di Indonesia, BBT memberikan lisensi resmi kepada CV. Hanuman Sakti, yang berpusat di Jakarta, untuk mencetak buku. BBT Indonesia bekerja di bawah divisi BBT di Eropa Utara yang berpusat di Swedia.

The Bhaktivedanta Institute (BI)

Bhaktivedanta Institute is a not-for-profit organization working for the synthesis of science and religion for the benefit of humanity. Our goal is to have spiritual reality accepted and incorporated into scientific research and advancements, and to have scientific principles and methods integrated into the practice of spirituality. In Indonesia, BI conducts seminars and other scientific presentations regularly. They also manage two schools in Denpasar, (1) Bhaktivedanta Dharma School and (2) Bhaktivedanta Academy. 

Bhaktivedanta Institute adalah organisasi non-profit yang bekerja menggabungkan antara sains dan agama untuk kebaikan umat manusia. Tujuan BI adalah agar realita rohani diakui dan digunakan dalam penelitian dan kemajuan sains serta agar prinsip-prinsip dan metoda sains dapat diselaraskan ke dalam latihan rohani. Di Indonesia, BI mengadakan seminar-seminar dan presentasi ilmiah secara rutin. Bhaktivedanta Institute juga mengelola dua sekolah di Denpasar, (1) Bhaktivedanta Dharma School dan (2) Bhaktivedanta Academy.