ISKCON in Indonesia

ISKCON in Indonesia

The International Society for Krishna Consciousness (ISKCON) | Sampradaya Kesadaran Krishna Indonesia (SAKKHI)

Vegetarianism

There are two principles of Hare Krishna philosophy which are expressed practically by the practice of vegetarianism. These two principles are:


1) Non-violence

2) Service to God (Krishna)


Non-violence means not to stop the progressive life (materially or spiritually) of any living being. According to the laws of karma and reincarnation if an animal is killed before its allotted time in that particular body has ended then it has to take birth again in the same type of body in order to complete its remaining days and be promoted upwards to the next species. Thus its evolution upwards through the different species of life is checked. Therefore, the killing of animals simply to satisfy the demands of the palate is an act of both material and spiritual violence.


As far as service to God is concerned in Bhagavad-gita it is said: “If one offers Me (Krishna) with love and devotion a leaf, a flower, a fruit or water, I will accept it.” (Bhagavad-gita 9.26)


Before eating anything devotees of Krishna perform a ceremony whereby they offer their food to God. This religious performance sanctifies the food and frees the person eating it from the karma involved in the collection and preparation of the ingredients.


Because in the Bhagavad-gita Krishna says that He will only accept food if it is vegetarian then Hare Krishnas only eat vegetarian food. This they do as an act of service to please God (Krishna).

Vegetarianisme

Ada dua prinsip filsafat Hare Krishna yang diejawantahkan secara nyata oleh praktik vegetarianisme. Dua prinsip tersebut adalah:


1) Nir-kekerasan

2) Pelayanan kepada Tuhan (Krishna)


Nir-kekerasan berarti tidak menghambat langkah kemajuan kehidupan makhluk hidup mana pun (secara material maupun spiritual). Menurut hukum karma dan reinkarnasi, jika seekor binatang dibunuh sebelum jatah waktu hidupnya dalam badannya tersebut memang telah habis, jiwa binatang itu harus terlahir kembali dalam jenis badan yang sama untuk menuntaskan sisa jatah waktu yang dimilikinya dan baru kemudian ia dapat melangkah lebih lanjut naik ke jenis kehidupan berikutnya. Dengan demikian, perjalanan evolusinya naik menuju jenis kehidupan berikutnya menjadi terhambat. Karena itu, membunuh binatang semata-mata demi memuaskan permintaan lidah adalah tindak kekerasan baik secara material maupun spiritual.


Terkait dengan pelayanan kepada Tuhan, disebutkan di dalam Bhagavad-gita: “Jika seseorang mempersembahkan daun, bunga, buah atau air kepada-Ku (Krishna) dengan rasa cinta dan bhakti, Aku akan menerimanya.” (Bhagavad-gita 9.26)


Sebelum mengkonsumsi sesuatu, para penyembah Krishna melakukan upacara di mana mereka mempersembahkan terlebih dahulu makanan mereka kepada Tuhan. Praktik keagamaan ini menyucikan makanan dan membebaskan orang yang mengkonsumsinya dari karma yang timbul dalam proses pembuatan dan penyediaan bahan-bahan makanan tersebut.


Karena di dalam Bhagavad-gita Krishna menyatakan bahwa Dia hanya akan menerima makanan yang tergolong vegetarian, maka para penyembah Hare Krishna makan hanya makanan vegetarian. Hal ini mereka lakukan sebagai sebuah bentuk sikap pelayanan untuk memuaskan Tuhan (Krishna).