ISKCON in Indonesia

ISKCON in Indonesia

The International Society for Krishna Consciousness (ISKCON) | Sampradaya Kesadaran Krishna Indonesia (SAKKHI)

Yoga

Yoga means to link oneself with God (Krishna) by concentrating the mind on Him and controlling the ever-disturbing senses. By the practice of yoga one gradually becomes free from materialistic attachments. This is the primary characteristic of the yoga process. When one is free of materialistic attachments one loses interest in the body and becomes interested in spiritual perfection.


By the perfect practice of yoga one becomes completely happy in this life and, after death, one reaches the state of eternal happiness called liberation. In the perfect stage of yoga one is liberated from the cycle of material suffering (see Karma and Reincarnation) and goes to the spiritual world to serve God in perfect purity.


Yoga includes different practices depending on ones level of spiritual advancement, and can be compared to a ladder for attaining the topmost spiritual realisation. The complete ladder is called yoga and may be divided into 3 main parts. 1) Karma, 2) Jnana, and 3) Bhakti.


1) Karma-yoga When a person knows the goal of life is Krishna (God), but is attached to working to get material comforts, then he is acting in karma-yoga.

2) Jnana-yoga When he knows the goal is Krishna, but takes pleasure in mental speculation, he is acting in jnana-yoga.

3) Bhakti-yoga When he knows the goal is Krishna and is not attached to any material thing, either gross or subtle, but simply desires to work for the pleasure of Krishna, then he is acting in bhakti-yoga. This is the highest perfection of the yoga system.


To make yoga practice really successful it requires self restraint (see Principles). The yoga process that the devotees of Krishna practice and endeavour to perfect is in the line of bhakti-yoga.


In the Bhagavad-gita Lord Krishna describes the process of yoga in Krishna consciousness:


“Always chanting my glories, endeavouring with great determination, bowing down before Me, these great souls perpetually worship Me with devotion.” (Bhagavad-gita 9.14)


Here it is said that in the practice of bhakti-yoga (Krishna consciousness) one should chant the glories of God.

Yoga berarti menghubungkan diri dengan Tuhan (Krishna) dengan cara memusatkan pikiran kepada-Nya dan mengendalikan indria-indria yang senantiasa mengusik. Praktik yoga berangsur-angsur membebaskan seseorang dari keterikatan-keterikatan materialistik. Inilah karakter utama proses yoga. Setelah terbebas dari keterikatan-keterikatan materialistik, ketertarikan seseorang terhadap badan hilang dan ia menjadi tertarik untuk mencapai kesempurnaan spiritual.


Praktik sempurna yoga memungkinkan seseorang berbahagia seutuhnya dalam hidup ini, dan setelah meninggal dunia ia mencapai keadaan kebahagiaan yang abadi yang disebut pembebasan. Pada tingkat yoga yang sempurna, seseorang terbebas dari siklus penderitaan material (lihat bagian Karma dan Reinkarnasi) dan ia dikirim ke dunia spiritual untuk melayani Tuhan dalam kemurnian yang sempurna.


Yoga meliputi berbagai praktik yang bergantung pada tingkat kemajuan spiritual seseorang, dan dapat diibaratkan sebagai tangga untuk mencapai keinsafan spiritual tertinggi. Keseluruhan tangga secara utuh disebut yoga dan dapat dibagi menjadi 3 bagian utama. 1) Karma, 2) Jnana, dan 3) Bhakti.


1) Karma-yoga. Apabila seseorang mengetahui bahwa tujuan kehidupan adalah Krishna (Tuhan), tetapi ia terikat untuk bekerja demi mendapatkan kenyamanan-kenyamanan material, maka ia sedang bertindak dalam karma-yoga.

2) Jnana-yoga. Apabila seseorang mengetahui bahwa tujuannya adalah Krishna, tetapi ia bersenang hati dalam spekulasi pikiran, ia bertindak dalam jnana-yoga.

3) Bhakti-yoga. Apabila seseorang mengetahui bahwa tujuannya adalah Krishna dan ia tidak terikat pada hal material apa pun, baik kasar maupun halus, melainkan semata-mata ingin berbuat untuk kepuasan Krishna, maka ia sedang bertindak dalam bhakti-yoga. Ini adalah kesempurnaan tertinggi sistem yoga.


Untuk benar-benar menyukseskan praktik yoga, diperlukan pengekangan diri (lihat bagian Prinsip-Prinsip). Proses yoga yang dipraktikkan dan diupayakan untuk dicapai kesempurnaannya oleh para penyembah Krishna adalah termasuk dalam jalur bhakti-yoga.


Di dalam Bhagavad-gita Sri Krishna menguraikan tentang proses yoga dalam kesadaran Krishna:


“Insan-insan mulia ini selalu mengumandakan tentang keagungan-Ku, berusaha dengan penuh keteguhan hati, bersujud di hadapan-Ku, dan senantiasa memuja-Ku dengan bhakti.” (Bhagavad-gita 9.14)


Dikatakan di dalam kutipan tersebut bahwa dalam praktik bhakti-yoga (kesadaran Krishna) seseorang hendaknya mengumandangkan keagungan-keagungan Tuhan.